Tahun 2025 Tirta Raja Proyeksi Laba Hingga Rp 1,7 miliar. Bertho : Optimis Dapat Memberikan Kontribusi PAD Untuk Kabupaten OKU.

Berita, Oku774 Dilihat

Tampak Direktur Tirta Raja Drs Bertho Darmo Poedjo Asmanto, MBA Saat Melakukan Paparan

OKURAYANEWS.ID – Baturaja OKU — Sesuai ketentuan Kemedagri, bahwa setiap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diwajibkan melakukan evaluasi tahunan yang harus dilaksanakan paling lambat bulan November bulan berjalan. Menindak lanjuti aturan tersebut, Perumda Tirta Raja OKU menggelar rapat evaluasi kinerja dan penyesuaian tarif di Aula Serbaguna, Jumat (14/11/2025), dengan mengundang berbagai elemen masyarakat, termasuk aktivis, LSM, dan para akademisi.

Dijelaskan Direktur Perumda Tirta Raja, Drs. Bertho Darmo Poedjo Asmanto, MBA, bahwa sebagai BUMD, pihaknya memiliki dua kewajiban utama yaitu memberikan pelayanan publik dan berkontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, hasil rapat evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta memberikan dukungan terhadap penyesuaian tarif air minum yang telah diberlakukan.

“Setelah penyesuaian tarif, banyak peningkatan yang dapat kami capai. Mulai dari kualitas air yang lebih baik, pembaruan pompa produksi, pipa distribusi, valve, layanan mobil tangki, water meter, hingga sistem mobile meter reading,” ujar Bertho.

Ia merinci bahwa dari realisasi pendapatan pasca-penyesuaian tarif, sebanyak 72 persen dialokasikan untuk peningkatan pelayanan pelanggan, sementara 28 persen sisanya digunakan untuk biaya pegawai. Dana tersebut antara lain digunakan untuk pembelian delapan unit pompa untuk wilayah dalam kota dan satu unit booster pompa distribusi.

Perumda Tirta Raja juga berhasil menambah dua unit mobil tangki dan satu unit mobil pick-up operasional. Selain itu, perusahaan membeli 550 unit water meter dan sedang dalam proses pengadaan 500 unit tambahan untuk meningkatkan akurasi pencatatan pemakaian air.

“Kami kini bisa melakukan pengurasan Water Treatment Plant (WTP) secara rutin setiap tiga bulan. Dampaknya kualitas air semakin bersih, durasi pengaliran meningkat, dan kinerja keuangan juga ikut membaik,” jelasnya.

Bertho mengatakan bahwa pada tahun 2025, Tirta Raja diproyeksikan meraih laba hingga Rp 1,7 miliar. Dengan capaian tersebut, pihaknya optimis dapat memberikan kontribusi bagi PAD Kabupaten OKU.

Namun, ia menegaskan bahwa jika tarif air diturunkan kembali, kondisi keuangan Perumda berpotensi kembali merugi. “Jika tarif diturunkan hanya 1 persen saja, Perumda bisa merugi sekitar Rp 300 juta. Bila diturunkan 2 persen, potensi kerugiannya mencapai Rp 900 juta. Itu sesuai rumus perhitungan dalam Permendagri,” tegas Bertho.

Evaluasi tersebut diharapkan menjadi landasan penguatan kinerja Perumda Tirta Raja dalam memberikan pelayanan air bersih yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat OKU. (Tim)